Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan


Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan - Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan adalah pengelolaan sumber daya alam yang dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan manusia atau penduduk saat ini tanpa mengurangi potensinya untuk memenuhi kebutuhan manusia di masa mendatang.

Pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan harus memerhatikan halhal sebagai berikut.
a. Pemenuhan kebutuhan penduduk saat ini tidak mengorbankan kebutuhan penduduk di masa mendatang.
b. Tidak melampaui daya dukung lingkungan (ekosistem).
c. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dengan menyelaraskan kebutuhan manusia dan kemampuan mengolah dengan ketersediaan sumber daya alam.

Sumber daya alam dapat berkelanjutan jika sumber daya alam yang dikelola tergolong sumber daya alam yang dapat diperbarui. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui tidak tergolong pada sumber daya yang berkelanjutan karena pada periode tertentu sumber daya tersebut akan habis. Sumber daya alam yang akan habis hanya dapat dihemat dalam penggunaannya sehingga dapat memperpanjang umur kegunaan dari sumber daya tersebut.

Pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan pertimbangannya tidak hanya pada aspek ekonomi dan kesejahteraan petani, melainkan mencakup kelestarian sumber daya alam dan hubungannya dengan lingkungan yang terdapat di sekitarnya.



Pada bagian ini akan dijelaskan beberapa contoh pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, di antaranya sebagai berikut.

a. Peternakan Sapi Potong
Peternakan sapi potong yang akan diuraikan adalah peternakan sapi potong yang diintegrasikan dengan pertanian padi sawah, seperti yang telah dikembangkan di Sragen (Jawa Tengah). 

Peternakan sapi potong ini dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1) Pakan sapi diperoleh dari jerami padi yang ada di sekitar peternakan. Setelah padi di panen semua jerami diambil dan disimpan di gudang penyimpanan. Pakan ternak yang disimpan dapat memenuhi kebutuhan pakan sampai pada musim panen berikutnya.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan


2) Kandang sapi ditempatkan pada suatu tempat yang dikelola secara kelompok. Tiap orang memiliki sapi yang jumlahnya disesuaikan dengan kemampuan peternak. Penempatan kandang sapi dipilih lokasi yang tidak merugikan lingkungan sekitarnya berdasarkan hasil musyawarah kelompok peternak. Anggota kelompok peternak adalah masyarakat petani di sekitar peternakan sapi potong sehingga tiaptiap anggota memiliki tanggung jawab dan kepedulian pada usaha peternakan tersebut.
3) Kotoran/limbah hewan ternak ditampung dan diolah menjadi pupuk yang digunakan untuk memupuk lahan pertanian di sekitarnya sehingga lahan pertanian menjadi lebih subur.

Keuntungan yang diperoleh secara ekonomis oleh peternak, di antaranya sebagai berikut.
1) Menampung tenaga kerja untuk memelihara sapi mulai dari yang mengawasi kesehatan sapi, memberi pakan, membersihkan kotoran, menyediakan air bersih untuk minum, menjaga keamanan pada waktu siang dan malam, pengangkut jerami dari sawah ke gudang penyimpanan, pengolah kotoran menjadi pupuk, sampai pada bagian penjualan sapi ke masyarakat yang membutuhkan.
2) Pendapatan sampingan dari usaha ternak sapi, yaitu dari penjualan pupuk organik yang dihasilkan dari pengolahan kotoran ternak.
3) Harga jual ternak memiliki daya saing yang tinggi karena sapi potong yang dijual memiliki kesehatan dan besar sapi yang ideal.
4) Produksi padi terus meningkat karena unsur hara yang dibutuhkan senantiasa tersedia.

Keuntungan yang diperoleh secara ekologis oleh peternak, di antaranya sebagai berikut.
1) Siklus atau aliran energi bersifat semi tertutup, karena energi yang dibutuhkan akan dikembalikan lagi ke sawah dalam bentuk pupuk.
2) Banyaknya sapi potong yang diusahakan disesuaikan dengan jumlah pakan yang tersedia sehingga tidak merusak vegetasi yang lainnya.
3) Limbah yang terbuang tidak mengotori lingkungan karena diolah menjadi pupuk organik.
4) Sapi dipelihara dalam kandang sehingga tidak merusak lingkungan yang lain.

Keuntungan yang diperoleh secara lingkungan oleh peternak, di antaranya sebagai berikut.
1) Bau kotoran tidak mengganggu masyarakat karena kandang sapi di tempatkan dekat dengan sumber pakan.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan 1


2) Tanaman/vegetasi yang lain tidak terganggu karena sapi dipelihara dengan sistem kandang.
3) Tenaga sapi dapat digunakan utuk menyiapkan lahan siap tanam pada lahan pertanian.
4) Pengolahan limbah ternak dapat dipadukan dengan pengolahan gas bio sehingga menghasilkan energi sebagai bahan bakar rumah tangga dan mengurangi pencemaran udara oleh gas metan (CH4).

b. Pertanian Organik
Pertanian organik yang akan dijelaskan adalah pertanian organic hortikultura yang diintegrasikan dengan peternakan seperti yang telah dikembangkan di Bogor dan Pangalengan (Jawa Barat). 

Pertanian organic ini dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1) Tanah yang akan ditanami dibiarkan tidak diolah selama kurun waktu 3–5 tahun agar racun yang ada pada tanah hilang.
2) Pengolahan tanah tidak menggunakan mesin yang dapat mencemari udara dan tanah.
3) Tanah diolah dengan menggunakan tindakan konservasi yang sesuai agar ketebalan dan kesuburan tanah dapat dipertahankan.
4) Pupuk yang digunakan adalah pupuk yang diolah secara manual dari sisa tanaman dan kotoran ternak secara berimbang sesuai dengan kebutuhan dari tanaman.
5) Hama penyakit tanaman dibersihkan secara manual dan tidak menggunakan pestisida sehingga organisme lain yang tidak mengganggu tidak turut punah.

Keuntungan yang diperoleh secara ekonomis oleh petani, di antaranya sebagai berikut.
1) Harga jual hasil pertanian organik memiliki daya saing yang tinggi terutama di pasaran internasional.
2) Sayuran atau buah-buahan yang dijual relatif lebih tahan lama daripada tanaman yang lain.
3) Permintaan produk dari pertanian organik setiap tahun terus meningkat, bahkan petani organik belum mampu menyediakan jumlah yang diminta oleh pasar.

Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan 2


Keuntungan yang diperoleh secara ekologis oleh petani, di antaranya sebagai berikut.
1) Keseimbangan ekologis dapat dipertahankan karena terbebas dari penggunaan pestisida.
2) Keanekaragaman hayati dan plasma nutfah di alam dapat dipertahankan dan berkembang secara alamiah.
3) Ketahanan ekosistem semakin kuat karena diversifikasi flora dan fauna tidak terganggu.

Keuntungan yang diperoleh secara lingkungan oleh petani, di antaranya sebagai berikut.
1) Air tanah dan air permukaan terbebas dari pestisida dan polutan pertanian.
2) Udara terbebas dari pestisida dan gas metan (CH4).
3) Biota dan tanaman lain tidak terganggu.




Sekian materi mengenai Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan dari Geografisku, semoga bermanfaat.

0 Response to "Pengelolaan Sumber Daya Alam Berkelanjutan"

Poskan Komentar