Struktur Penggunaan Lahan Kota

Struktur Penggunaan Lahan Kota - Ciri-ciri pola tata ruang di perkotaan antara lain sebagai berikut.
a. Tempat untuk memberi kehidupan kepada kelompok orang kurang luas.
b. Pola kehidupan daerah kota tidak bergantung pada tingkat kesuburan tanah.
c. Komunitas perkotaan lebih besar dibandingkan di desa.
d. Lokasi kota tidak terpengaruh oleh kesuburan tanah.
e. Daerah perkotaan hanya terdapat sedikit tanaman dan cenderung banyak bangunan.
f. Daerah perkotaan umumnya berlokasi di daerah strategis.
g. Udara perkotaan umumnya kurang segar karena terkena pencemaran udara akibat berdirinya pabrik-pabrik dan banyaknya kendaraan bermotor.
h. Penduduk kota lebih padat dan beragam dibanding penduduk desa.
i. Pola tata ruang daerah perkotaan sudah diatur rapi, seperti jalan-jalan, perkantoran, perumahan, dan pusat perdagangan.

Di dalam mengkaji struktur penggunaan lahan kota dikenal beberapa teori yang dikemukakan para ahli planologi dan perkotaan, yaitu sebagai berikut.

a. Teori Konsentrik

Teori konsentrik dikemukakan oleh E.W. Burgess. Menurut teori ini, daerah perkotaan dibagi menjadi lima wilayah, yaitu sebagai berikut.
1) Pusat Daerah Kegiatan (PDK) sering juga disebut Central Business District (CBD), dicirikan dengan adanya pusat pertokoan, kantor pos, bank, bioskop, dan pasar.
2) Wilayah transisi, ditandai dengan industri manufaktur, pabrik, dan pola penggunaan lahan yang merupakan pola campuran.
3) Wilayah permukiman masyarakat berpendapatan rendah.
4) Wilayah permukiman masyarakat berpendapatan menengah.
5) Wilayah permukiman masyarakat berpendapatan tinggi.

Contoh kota yang berpola konsentrik, antara lain London, Chicago, Kalkuta, Adelaide, dan sebagian besar kota-kota di Indonesia.

Struktur Penggunaan Lahan Kota


b. Teori Sektoral

Teori ini dikemukakan oleh Homer Hoyt. Menurut teori ini, unit-unit kegiatan di perkotaan tidak mengikuti zona-zona teratur secara konsentris, tetapi membentuk sektor-sektor yang sifatnya lebih bebas. Dalam teori ini, Hoyt berpendapat bahwa:
1) daerah-daerah yang memiliki harga tanah atau sewa tanah tinggi biasanya terletak di luar kota;
2) daerah-daerah yang memiliki sewa tanah dan harga tanah rendah merupakan jalur-jalur yang bentuknya memanjang dari pusat kota ke daerah perbatasan;
3) zona pusat adalah daerah pusat kegiatan.

Contoh kota-kota yang berstruktur sektoral antara lain California, Calgary, Alberta, dan Boston.

Contoh kota-kota yang berstruktur sektoral


c. Teori Inti Ganda

Teori ini dikemukakan oleh Harris dan Ullman, yaitu keadaan tata ruang kota dapat di kelompok kan menjadi empat bagian, yaitu sebagai berikut.
1) Inti Kota (Core of City), yaitu wilayah kota yang digunakan sebagai pusat kegiatan, ekonomi, pemerintahan, dan kebudayaan.
2) Selaput Inti Kota, yaitu wilayah yang terletak di luar inti kota sebagai akibat dari tidak tertampungnya kegiatan dalam kota.
3) Kota Satelit, yaitu suatu daerah yang memilki sifat perkotaan dan pusat kegiatan industri.
4) Suburban, yaitu daerah sekitar kota yang berfungsi sebagai daerah permukiman.





Keterkaitan antara Kota dan Lokasi Pusat Kegiatan, Tata Ruang, Sistem Pengangkutan, dan Perhubungan

Kota yang telah berkembang maju akan memiliki peranan yang lebih luas. Peranan itu antara lain sebagai berikut.
a. Pusat permukiman penduduk.
b. Sebagai pusat kegiatan ekonomi, meliputi:
1) pusat sirkulasi modal dan keuangan;
2) pusat kegiatan transportasi;
3) pusat kegiatan konsumsi dan produksi;
4) pusat kegiatan pemasaran dan perdagangan;
5) pusat perindustrian.

Keterkaitan antara Kota dan Lokasi Pusat Kegiatan, Tata Ruang, Sistem Pengangkutan, dan Perhubungan


c. Pusat kegiatan sosial budaya, antara lain:
1) pusat kegiatan kesenian;
2) pusat pendidikan;
3) pusat fasilitas-fasilitas masyarakat yang lain, seperti kesehatan, lembaga-lembaga sosial, dan keahlian.
d. Pusat kegiatan politik dan administrasi pemerintahan.

Penduduk perkotaan di dunia antara tahun 1920 sampai dengan 1980 telah bertambah lima kali lipat, dari 360 juta menjadi 1.807 juta orang. Menurut perkiraan PBB, tahun 2000 penduduk perkotaan akan bertambah 78 persen sehingga mencapai 3.208 juta orang. Hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan yang amat pesat jika dibandingkan dengan penduduk perdesaan yang diperkirakan hanya bertambah sekitar 19 persen pada tahun 2000.

0 Response to "Struktur Penggunaan Lahan Kota"

Poskan Komentar